empty
 
 
28.01.2026 12:38 AM
AUD/USD. Analisis Harga. Prediksi. Pasangan AUD/USD Naik di Tengah Meningkatnya Imbal Hasil Obligasi Australia dan Melemahnya Dolar AS

This image is no longer relevant

Hingga Selasa saat artikel ini ditulis, pasangan AUD/USD berada mendekati angka bulat 0. 7000, meningkat 0,70% pada hari tersebut. Pasangan ini terus mendapatkan dukungan dari kombinasi faktor internal yang kuat di Australia dan kelemahan yang berkepanjangan dari dolar AS.

Dolar Australia dengan teguh didorong oleh peningkatan imbal hasil obligasi domestik. Imbal hasil obligasi Australia dengan tenor 3 tahun telah mencapai 4,27%—angka tertinggi sejak November 2023—yang menunjukkan keyakinan pasar terhadap prospek kredit negara tersebut. Jika diperlukan, Reserve Bank of Australia (RBA) akan terus mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Data ekonomi terbaru, seperti angka ketenagakerjaan yang stabil dan Indeks Manajer Pembelian (PMI), memberikan kontribusi pada keseluruhan tren menuju disinflasi, yang memperkuat perkiraan hawkish dari bank sentral.

Untuk mendapatkan kejelasan mengenai arah kebijakan RBA, sebaiknya menunggu publikasi data inflasi terbaru dari Australia. Walaupun inflasi telah turun secara signifikan dari titik tertinggi di tahun 2022, inflasi saat ini masih lebih tinggi dari kisaran target 2-3%, mendorong pimpinan bank untuk tidak memberikan sinyal pelonggaran terlalu awal.

Di sisi lain, dolar AS terus merosot di tengah ketidakpastian politik dan institusional yang mengganggu kepercayaan para investor.

This image is no longer relevant

Risiko penutupan sebagian pemerintah AS, ditambah dengan pembicaraan mengenai kepemimpinan di masa yang akan datang dan kebijakan independen Federal Reserve, mempertinggi tekanan untuk menjual dolar. Laporan terbaru mengenai pasar tenaga kerja di AS menunjukkan adanya pelambatan dalam perekrutan, yang meningkatkan kemungkinan perubahan sikap yang lebih berhati-hati dari pihak The Fed menjelang akhir tahun.

Situasi ini mendorong keluarnya modal dari dolar AS menuju mata uang G10, dengan dolar Australia menjadi sorotan karena tingkat imbal hasil yang lebih tinggi dan ketahanan dasar ekonomi domestiknya. Selama obligasi Australia menawarkan imbal hasil yang menarik dan dolar AS menghadapi tekanan akibat risiko politik dan moneter, pasangan AUD/USD diperkirakan akan tetap stabil dan bertahan mendekati puncak tertingginya dalam tiga tahun terakhir.

Dari sudut pandang teknis, meskipun osilator menunjukkan area jenuh beli, mereka cenderung terus meningkat, dan semua rata-rata bergerak juga menunjukkan arah yang lebih tinggi, yang menegaskan bahwa nilai tukar akan terus tumbuh.

Pada hari Selasa, dolar Australia menunjukkan kekuatan paling besar terhadap dolar AS di antara mata uang utama lainnya.

This image is no longer relevant

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.