empty
 
 
17.04.2026 04:26 AM
Ulasan GBP/USD. 17 April. Makroekonomi Tidak Mengusik Poundsterling

This image is no longer relevant

Pasangan mata uang GBP/USD tidak mampu memperpanjang pergerakan naiknya pada hari Kamis karena tidak ada rilis berita besar pada hari itu. Pasar sudah sepenuhnya memasukkan faktor perang di Timur Tengah beserta semua konsekuensi negatif terburuknya; pasar juga sudah memperhitungkan deeskalasi, gencatan senjata, dan proses negosiasi, dan saat ini tidak ada kabar baru. Karena itu, selama dua hari berturut-turut volatilitas pergerakan pasar sangat rendah.

Kemarin, Inggris mengumumkan data PDB untuk bulan Februari serta angka produksi industri. Seperti yang diperkirakan, para pelaku pasar mengabaikan informasi ini, seperti yang sudah kami ingatkan sebelumnya. Aspek makroekonomi masih menjadi prioritas kedua, dan dalam dua bulan terakhir, pasar telah mengesampingkan banyak laporan, termasuk yang memang sangat signifikan. Oleh karena itu, meskipun isu makroekonomi kembali mendominasi perhatian, sejak awal diperkirakan pasar tidak akan merespons terhadap laporan-laporan Inggris yang dianggap kurang penting. Kedua data tersebut menunjukkan hasil positif, tetapi sepanjang paruh pertama hari itu, nilai pound justru menurun. Sebagai akibatnya, tidak ada reaksi yang nyata sama sekali.

Apabila situasi di Timur Tengah tidak meningkat menjadi konflik terbuka, pasar secara perlahan akan menjauh dari isu-isu geopolitik dan berfokus kembali pada peristiwa-peristiwa fundamental serta makroekonomi yang lebih signifikan. Contohnya, bulan ini akan berlangsung rapat Bank of England, European Central Bank, dan Federal Reserve. Pasar mungkin akan menyadari bahwa kemungkinan Fed memperketat kebijakan moneter pada tahun 2026 hampir tidak ada, sedangkan bank sentral Eropa dan Inggris masih memiliki peluang untuk menaikkan suku bunga acuan beberapa kali lagi.

Pasar akan kembali mengingat bahwa kebijakan perdagangan Donald Trump tetap tidak berubah, dan ketiadaan berita mengenai tarif baru dalam beberapa bulan terakhir disebabkan oleh kesibukan Presiden AS dengan konflik di Iran. Jika konflik tersebut berakhir, Trump kemungkinan akan mengalihkan perhatiannya kembali ke isu tarif perdagangan (terutama karena tarif yang sekarang berlaku akan habis dalam satu setengah bulan), ke Fed (yang masih enggan menurunkan suku bunga acuan), serta negara-negara di Amerika Latin (yang menurutnya juga perlu "teratur"), dan seterusnya. Oleh karena itu, para pelaku pasar sebaiknya tidak lengah. Selama Trump masih menjabat sebagai Presiden AS, akan selalu ada peristiwa besar yang muncul.

Sebagian besar tindakan dan keputusan Trump mengarah pada satu hasil—melemahnya nilai dolar AS. Selain itu, kini seluruh dunia bisa menyaksikan bahwa "masa keemasan" yang dijanjikan Trump belum juga terwujud, dan kebijakan Gedung Putih yang saling bertentangan serta tidak teratur menyebabkan semakin banyak negara enggan untuk bekerja sama dengan Washington di berbagai bidang. Dalam 14 bulan masa jabatannya sebagai presiden, Trump belum mencapai hasil yang berarti. Pertumbuhan ekonomi berjalan lambat, pasar tenaga kerja telah mengalami gejolak selama lebih dari setahun, inflasi kembali meningkat, dan berbagai aksi unjuk rasa menentang Presiden terjadi di seluruh Amerika. Di sisi lain, Trump memerlukan nilai dolar yang lemah untuk mendekatkan neraca perdagangan AS ke titik nol. Oleh sebab itu, kami tetap memperkirakan adanya tren pelemahan jangka panjang pada mata uang AS.

This image is no longer relevant

Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD selama 5 hari perdagangan terakhir adalah 81 pip, yang dikategorikan sebagai "rata-rata." Pada hari Jumat, 17 April, kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak dalam kisaran yang dibatasi oleh 1.3455 dan 1.3617. Kanal atas regresi linear telah berbalik ke bawah, yang mengindikasikan perubahan tren. Indikator CCI telah memasuki zona jenuh beli dan membentuk divergensi "bearish", yang memberi sinyal potensi koreksi turun.

Level Support Terdekat:

S1 – 1.3489

S2 – 1.3428

S3 – 1.3367

Level Resistance Terdekat:

R1 – 1.3550

R2 – 1.3611

R3 – 1.3672

Rekomendasi Trading:

Pasangan GBP/USD terus mengalami pemulihan setelah dua bulan yang didominasi oleh faktor geopolitik. Kebijakan Donald Trump akan terus memberikan tekanan pada perekonomian AS, sehingga kami tidak memperkirakan penguatan dolar pada 2026. Karena itu, posisi buy dengan target di 1.3916 dan lebih tinggi tetap relevan selama harga berada di atas moving average. Jika harga berada di bawah garis moving average, posisi sell dapat dipertimbangkan, dengan target di 1.3428 dan 1.3367, berdasarkan faktor geopolitik. Dalam beberapa bulan terakhir, hampir semua berita dan peristiwa bersifat negatif bagi pound Inggris, yang menyebabkan tren turun berkepanjangan. Namun, geopolitik tidak lagi mendukung dolar, dan pound kini bergerak lebih leluasa.

Penjelasan untuk Ilustrasi:

Channel regresi membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke arah yang sama, hal itu menunjukkan tren yang kuat.

Garis moving average (pengaturan 20.0, smoothed) mendefinisikan tren jangka pendek dan arah pergerakan yang sebaiknya diikuti dalam trading.

Level Murray berfungsi sebagai level target bagi pergerakan dan koreksi.

Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kisaran harga yang diperkirakan akan menjadi kanal pergerakan pasangan ini untuk hari berikutnya, berdasarkan pembacaan volatilitas saat ini.

Masuknya indikator CCI ke area jenuh jual (di bawah -250) atau area jenuh beli (di atas +250) menandakan bahwa pembalikan tren ke arah sebaliknya sudah mendekat.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.