empty
 
 
08.09.2026 01:14 PM
USD/JPY berada di bawah tekanan bearish yang kuat seiring BoJ berputar hawkish dan intervensi dikonfirmasi

This image is no longer relevant

Lihat juga: Indikator trading InstaTrade untuk USD/JPY

Pasangan ini melanjutkan penurunan pada hari Selasa dan diperdagangkan di dekat 154,00 pada saat penulisan, menandai level terendah dua bulan. Yen Jepang mencatat penguatan terbesarnya sejak Februari di tengah revisi drastis ekspektasi pengetatan Bank of Japan dan konfirmasi intervensi rekor di pasar valuta asing. Tekanan turun pada pasangan ini semakin menguat meskipun ekspektasi hawkish terhadap Federal Reserve tetap bertahan setelah laporan ketenagakerjaan AS yang kuat.

This image is no longer relevant

Faktor pendorong utama

Ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan BoJ telah naik ke level baru. Pasar kini pada dasarnya sudah memasukkan kenaikan suku bunga BoJ sebesar 25 bps pada pertemuan 17–18 September, dan mempertimbangkan kemungkinan kenaikan lagi sebelum akhir tahun. Bahkan Takaji Aida, penasihat ekonomi perdana menteri yang selama ini dikenal berhaluan dovish, kini memperkirakan kenaikan pada September yang akan diikuti dengan pengetatan lebih lanjut. Anggota dewan BoJ, Hajime Takata, telah membuka ruang bagi kenaikan suku bunga secara berurutan, yang menjadi sinyal kuat bagi pasar. Data CFTC menunjukkan spekulan secara agresif menutup posisi jual yen—hampir 29.000 kontrak dikurangi hanya dalam satu minggu, mengindikasikan potensi short squeeze.

Short squeeze adalah situasi ketika harga naik tajam karena para trader yang memiliki posisi jual terpaksa menutup posisi dengan membeli kembali aset tersebut, sehingga menciptakan tambahan permintaan dan mendorong kenaikan berantai.

Konfirmasi intervensi berskala besar turut mendukung penguatan yen. Otoritas Jepang mengonfirmasi intervensi valuta asing dalam jumlah rekor: cadangan devisa internasional turun sebesar US$76,6 miliar pada bulan Agustus, dan kementerian keuangan melaporkan penjualan sekitar US$98,6 miliar untuk membeli yen. Ini merupakan intervensi terkoordinasi yang melibatkan Amerika Serikat, sehingga dampaknya menjadi sangat signifikan. Pasar menyadari bahwa ancaman intervensi bukan lagi sekadar retorika, yang secara radikal mengubah perhitungan risiko bagi posisi jual yen. Otoritas memberi sinyal bahwa mereka siap bertindak agresif untuk mempertahankan mata uangnya, terutama mengingat ketergantungan kritis Jepang pada impor energi melalui Selat Hormuz.

This image is no longer relevant

Latar belakang The Fed yang saling bertentangan. Data penggajian AS yang kuat pada hari Jumat meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed di bulan September menjadi sekitar 60–62%. Namun, dolar belum mampu memanfaatkan dorongan tersebut menjadi pemulihan yang berkelanjutan karena penguatan yen masih menjadi tema utama di pasar. Rilis data inflasi AS mendatang (PPI dan CPI) minggu ini akan menjadi kunci untuk menentukan pergerakan berikutnya USD/JPY. Inflasi yang tinggi dapat mendukung dolar dan memicu lonjakan pada pasangan ini; inflasi yang rendah akan menguatkan yen dan memperdalam tren penurunan.

Analisis teknikal singkat

This image is no longer relevant

Gambaran teknikal untuk USD/JPY memburuk secara tajam. Pasangan ini telah menembus serangkaian level support kunci dan menyentuh level terendah dua bulan. Indikator menunjukkan momentum bearish yang kuat. Harga berada jauh di bawah rata-rata pergerakan utama—50-hari (159,25), 144-hari (158,75), dan 200-hari (157,90)—dan terus tertekan semakin dalam ke dalam tren bearish jangka menengah.

Indikator:

- RSI (14) berada di kisaran 25–26, mengindikasikan kondisi oversold dan tekanan bearish yang kuat.

- Stochastic telah masuk ke area oversold, dan OsMA berada jauh di bawah nol, mengonfirmasi dominasi impuls bearish.

Level kunci:

Level resistance: 154,00 (resistance terdekat dan level bulat), 155,00 (support sebelumnya, kini menjadi resistance), 157,00 (W1 EMA50), 157,15 (H1 EMA200), 157,90 (D1 EMA200), 158,00 (psikologis).

Level support: 153,00 (level bulat), 152,90 (level terendah hari ini dan mingguan), 152,00, 151,20 (W1 EMA144).

Lihat juga: USD/JPY: dinamika skenario untuk 08.09.2026

This image is no longer relevant

Peristiwa yang perlu dipantau

- 10 September — US PPI: inflasi tinggi = dukungan bagi USD dan kemungkinan rebound pada pair.

- 11 September — US CPI: PERISTIWA KUNCI. Inflasi tinggi = dukungan bagi USD dan penurunan tekanan bearish pada pair; inflasi rendah = tren bearish yang lebih kuat.

- 15–16 September — Rapat Fed: sinyal hawkish = potensi dukungan untuk USD/JPY.

- 17–18 September — Rapat Bank of Japan: PERISTIWA KUNCI. Kenaikan suku bunga BoJ = penguatan yen lanjutan dan tekanan turun pada pasangan.

Kesimpulan dan rekomendasi

USD/JPY berada di bawah tekanan bearish yang kuat, didorong oleh pergeseran paradigma kebijakan BoJ dan intervensi valas berskala besar yang terkonfirmasi. Peristiwa kunci yang akan membentuk arah jangka pendek adalah rilis data inflasi AS dan rapat bank sentral minggu depan.

Untuk trader jangka pendek:

- Trading dari level saat ini berisiko karena kondisi oversold. Lebih disarankan membuka posisi short pada penembusan support di 153,50 dengan target di 152,00–151,20 dan stop loss di atas 155,50.

- Posisi beli berisiko dan sebaiknya hanya dipertimbangkan jika terjadi rebound agresif setelah CPI yang lemah, dengan penutupan harga yang bertahan di atas 155,00.

- Pantau dengan cermat data inflasi AS serta komentar dari pejabat BoJ dan Fed.

Untuk investor jangka menengah:

- Latar belakang fundamental untuk yen telah membaik. Memulai posisi beli USD/JPY pada level saat ini tampak terlalu dini.

- Pullback ke zona 151,00–151,20 (W1 144-EMA) dapat dimanfaatkan untuk mulai membangun posisi beli secara hati-hati jika sikap hawkish Fed berlanjut.

- Risiko utama terhadap skenario bearish adalah keputusan BoJ untuk tidak menaikkan suku bunga pada September atau inflasi AS yang ternyata jauh lebih kuat dari perkiraan.

Manajemen risiko:

- Harapkan volatilitas yang meningkat seiring perubahan ekspektasi terhadap BoJ dan risiko intervensi.

- Gunakan disiplin stop loss yang ketat, terutama saat melakukan trading breakout pada level-level kunci.

- Ikuti dengan saksama komentar BoJ dan rilis data inflasi AS.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.