Bloomberg memprediksi skenario 'kiamat' ekonomi akibat integrasi AI
Kantor berita Bloomberg yang berbasis di AS telah memaparkan skenario bencana "kiamat" yang dipicu oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI). Dalam artikel berjudul "The AI Doomsday Scenario Nobody Talks About" (Skenario Kiamat AI yang Tidak Dibicarakan Siapa Pun)—yang disusun setelah pertemuan para ahli di kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF)—ditegaskan bahwa runtuhnya tatanan dunia yang kita kenal tidak akan disebabkan oleh munculnya kecerdasan yang memiliki kesadaran (sentient intelligence) atau pemberontakan robot, melainkan oleh pukulan telak terhadap ekonomi global.
Ancaman utama yang diidentifikasi oleh para ahli adalah runtuhnya sistem perpajakan publik. Hilangnya pekerjaan tradisional secara massal akibat otomatisasi berarti bahwa peningkatan tingkat pengangguran, bahkan dalam skala moderat, dapat berdampak parah pada keuangan pemerintah. Pendapatan pajak penghasilan akan merosot tajam, sementara pengeluaran untuk bantuan sosial akan melonjak. Penurunan cepat dalam penerimaan fiskal, peningkatan biaya, dan periode ketidakpastian yang berkepanjangan dapat memicu ketidakstabilan selama beberapa dekade, yang berpotensi menyebabkan jatuhnya pemerintahan.
Kekhawatiran ini telah didukung oleh statistik pasar yang nyata. Pada tahun 2026, sektor teknologi AS menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terbesar, yang berdampak pada sekitar 140.000 karyawan, jumlah terbanyak dibandingkan industri lain mana pun di negara tersebut. Yang patut diingat, penerapan sistem kecerdasan buatan, baik secara langsung maupun tidak langsung, disebutkan secara resmi sebagai alasan dalam 23% dari seluruh pengumuman pengurangan tenaga kerja.